Presepsi tidaklah sama, kawan! walau...

Bismillah...
   saya mulai post-an in. *kocak* kyk mau buka rapat aja
Di judul tertulis" presepsi itu beda-beda" mungkin begitulah intinya, apakah kau pernah salah paham dengan orng lain???...karena dirimu salah menyampaikan???..."yap!" saya yakin semua kan menjawab begitu, tak terkecuali pak presiden Obama, bush, delel... memang salah tangkap adalah bentuk dari presepsi, nah itu semua terganung dari pola pikir seseorang. Semua tau bahwa hampir setiap orang didunia mempunyai pola pikir yang berbeda- beda, walau hanya sebatas patahan kata.

    Salah paham, presepsi yang berbeda, tak mengerti suasana hati...semua itu adalah hal yang agak sulit di satukan bila mereka masih belum mengenal satu dengan yang lainnya. makanya sebelum pelajaran guru biasa berkata" ayo, kita samakan presepsi kita tentang pelajaran ini"...dan lainnya. Perlunya persamaan presepsi juga meminimalisir terjadinya salah paham yang dapat memperlonggar tali silaturahmi diantara mereka. saya terinspirasi dari pertanyaan guru saya tadi siang, "mad, memangnya apa sih yang imad maksud???itu??apa yang lain" jangn becanda bu! *dalam hati*  belum saatnya saya memikirkan yang tak seharusnya saya pikirkan, masih banyak yang belum saya capai dan saya ingin wujudkan, kuliah di ITB, S2&S3 di eropa dan lain2 termasuk menjadi pemegang sebuah perusahaan minyak dunia!!!wew,,, tinggi amat!!!hehehehe"gk papakan mimpi tinggi2?".
    Presepsi sebenarnya apasih? menurut pakar barat presepsi itu "Kotler (2000) menjelaskan persepsi sebagai proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti. nah kalo yang dari dalem ,seorang psikater"Mangkunegara (dalam Arindita, 2002) berpendapat bahwa persepsi adalah suatu proses pemberian arti atau makna terhadap lingkungan. Dalam hal ini persepsi mecakup penafsiran obyek, penerimaan stimulus (Input), pengorganisasian stimulus, dan penafsiran terhadap stimulus yang telah diorganisasikan dengan cara mempengaruhi perilaku dan pembentukan sikap.
    Nah seharusnya bila kita ingin tak salah paham, kita juga harus menyatukan polla pikir yang intinya kita mempunyai sebuah ikatan yang sama dengan orng lain. Ini juga telah Allah bantu kepada umat muslim,kita telah memiliki suatu ikatanyang memang telah menjadi identitas tertinggi seorang muslim. seperti hadist Rasulullah " Muslim itu bagai satu tubuh, jd bila salah satu bagian yang merasa sakit, semuanya juga akan merasakan pula" itulah salah satu contoh yang Allah dan Rasul telah ajarkan. 
    maka dari itu semua, seseungguhnya kita sebagai seorang muslim tak ahrus ada rasa 'suudzan' thd muslim yang lain, karena kita sejatinya adalah sebuah tubuh yang bergerak satu komando. waalahu'alam

You Might Also Like

0 comments