bertapa dzalimnya....

salam.
dewasa ini kita 'terpaksa' mengikuti 'orang2'. walau, kadang2 'melanggar' syariat.
akhir2 ini kita di hebohkan dengan berbagai pemberitaan, tentang para wakil yang tidak mewakili! DPR! bagaimana tidak mereka para anggota DPR yang seharusnya menyuarakan aspirasi rakyat. Malah pura2 tuli! apalagi tentang masalah BBM.  apa kurang apa??? sampe jatuh korban jiwa, puluhan luka, fasilitas negara yang dikambing hitamkan, dll. Sungguh sangat tuli mereka semua!

Terpaksa mengikuti adalah dengan kita tak punya kekuatan untuk merubahnya! kita hanya punya suara yang seharusnya dapat dismpaikan dalam rapat2 DPR itu! Untuk apa kita bayar para anggota dewan, kalo kerjanya gk BECUS! mending buat makan kel. kurang mampu. sungguh lucu negri ini! DPR berkhianat, masih aja yang mengamnggap itu adalah keputusan bersama! jadi tolong di mengerti! HAH! BULL SHIT! PEKAK KUPING AWAK MENDENGARNYA!!!!

BBM atau minyak bumi dan seeeeegala bentuk barang tambang seharusnya milik warga! bukan dimiliki oleh negara, bahkan swasta yang jelas2 bukan dari negara sendiri. Peningkatan BBM tak hnay menyebabkan harga BBM naik, Harga transportasi naik. tapi lebih dari itu! Semua pasti naik, gk peduli itu apa pun. harga sayuran, gaji buruh, harga makanan, de elel

jadi bila itu kepnyaan warga. maka seharusnya kita mendapatkannya dengan cuma2, dan gk boleh dijual ke luar negri. bla ada harganya, ya mbok' rendah! is not very expensive!!

Tolong!!! apakah anda semua masih sadar akan adanya hari kiamat? masih inget akan adanya hari akhir! adanya Azab Allah yang ditimpakan bagi org2 yg lalai? apakah anda semua masih bisa merasakan sakitnya dikhianati??? APA ANDA MASIH TERDAFTAR SEBAGAI ORANG MUSLIM???

ingat dunia ini tidaklah kekal. masih ada dunia dengan dimensi yang baru yang memang kekal di dalamnya. bila kita terpeleset sedikit saja, maka neraka sudah siap untuk menampung kita yang lalai. 

Mungkin itu juga yang mendasari, bahwa kita wajib harus kudu berjuang unutk tegaknya daulah islam yang madani. kita.

SEMANGAT!!! dengan amar makhruf nahi munkar. insaya allah we can do it
wasalam 

You Might Also Like

0 comments