Andai aku jadi presiden pemimpin



“Andai Aku jadi Presiden”, lebih tepat nya “Andai Aku jadi Pemimpin”. Bukan tak patuh terhadap peraturan PMB, tetapi saya hanya ingin menjadi pemimpin[Negara], tentunya pemimpin sukses yang dapat mensejahterakan rakyat dan se-isinya. Tentunya kita harus meluruskan pemahaman dahulu terkait seorang presiden. Presiden, siapa sebetulnya presiden itu? Presiden, adalah pemimpin suatu negara dalam sistem negara-bangsa demokrasi. Oleh karena itu lah setiap pemimpin bukan presiden, tetapi setiap presiden adalah pemimpin suatu Negara. Padahal telah kita ketahui bahwa saat ini, hampir seluruh Negara menganut sistem ini, yaitu demokrasi. “Demokrasi, adalah sebuah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat [Abraham Lincoln, 1863]” Yap, begitulah kata yang saya ingat ketika SMP dulu.  

Kembali ke awal. Di atas saya menuliskan bahwa saya ingin menjadi pemimpin sukses, yang dapat mensejahterakan rakyat juga se-isinya. Bukan hal yang aneh, bahwa setiap pemimpin ingin mensejahterakan rakyatnya. Tetapi sebelumnya, kita harus ketahui faktor-faktor yang sejatinya menunjuang kesejahteraan ini. Tentunya bukan hanya sekedar individu seorang pemimpin, karena hal ini bukan permainan bulu tangkis tunggal, ini seperti tim sepak bola. Semua memiliki kontribusi akan ‘kemenangan’ tim nya. Pelatih, pemain, keadaan lapangan, supporter, bahkan tim medis pun turus berkontribusi. Oleh karena itu, perlu kontribusi  semua pihak untuk menjadikan Negara yang sejahtera, tentu bukan berarti saya menafikkan peran pemimpin. Tentu, pemimpin dengan seni memimpin yang tinggi-lah yang dapat mempercepat kebangkitan dan kesejahteraan ini.
Sistem menunjang kebangkitan itu ternyata
Untuk mencapai itu semua perlu dukungan setiap pihak. Pihak di sini bukan hanya seorang individu saja, sistem termasuk salah satu faktor penting ternyata. Mengapa? hal ini dapat di ibaratkan sebuah perusahaan yang sedang bersinar, dimana pasti mempunyai sistem yang “good government” yang pastinya bila sistem ini rusak atau terganggu, pastilah keseimbangan perusahaan ini juga akan terganggu. Tentu, ini tidak dapat di ibaratkan sebuah regulasi saja bila kita melihat dalam konteks Negara. karena, sejatinya peraturan adalah cerminan sistem yang digunakan di suatu Negara.
Demokrasi menjanjikan atau tidak?
“Demokrasi, adalah sebuah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat [Abraham Lincoln, 1863]” kalau melihat konteks ini, saya berani berpendapat bahwa sistem ini tidak dapat membawa suatu Negara menuju kesejahteraan yang sejati. Bukan saya menafikan kemampanan kaum barat saat ini, dibanding Negara kita ini. Tentu saya berani berbicara ini karena pencetus paham demokrasi ternyata meragukan sistem ini. Aristoteles(348-322 SM) menyebut demokrasi sebagai Mobocrazy atau rule of the mob. Ia menggambarkan demokrasi sebagai sebuah sistem uang bobrok, karena sebagai pemerintahan yang dilakukan oleh massa, demokrasi rentan oleh anarkisme. Bahkan, Plato (472-347 SM) mengatakan bahwa liberalisasi adalah biang petaka mengapa negara demokrasi akan gagal selama-alamanya, plato dalam bukunya, The Republic, mengatakan, “…they are free men, the city is full of freedom and liberty of speech, and men in itu may do what they like” orang yang diberi kebebasan sebebas bebasnya. Tentu malah menimbulkan bencana bagi negaranya.
 Lalu, solusi nya bagaimana?
Manusia diciptakan, itu mutlak!. Tentu sebagai pencipta, Dia tahu apa yang baik dan buruk bagi yang diciptakan. Oleh karena itu sudah seharusnya kita kembali kepada aturan yang dibuat oleh pencipta kita [ALLAH SWT], yaitu Alquran dan al-hadist. Islam adalah agama yang menyeluruh, tidak hanya mengatur hubungan hamba dengan sang pencipta saja, tentu juga mengatur tentang ekonomi, politik, juga tentang pemerintahan. Bukan kah kita meyakini akan hal itu?
Hubungannya dengan tema Andai Aku menjadi Pemimpin, apa dong?
Menjadi pemimpin [Negara] adalah sebuah amanah yang sangat besar. Dimana dia bertanggungjawab atas jutaan rakyat-nya. tubuh pemimpin di ibaratkan, sebelah kanan di surga, dan sebelah kiri di neraka. Bila mereka salah menggunakan amanahnya masuk lah dia kedalam neraka, tetapi sebaliknya bila mereka benar, maka kebahagian di surga lah yang mereka dapatkan.
Tentu saya akan mencoba menjadi pemimpin dalam sistem yang bukan seperti ini. Karena ini mustahil untuk bisa di realisasikan ketika sistem nya tetap seperti ini. karena, keburukan dan kebaikan takkan bisa di campurkan barang setitik. Maka bila kita ingin bangkit, sudah seharusnya kita berfikir untuk berjuang bersama menegakkan aturan yang sesungguh-nya telah Allah persiapkan untuk kita semua demi kebaikan Indonesia kedepannya.
Pemimpin konteks kesehatan
Bukan saya tidak menafikkan bidang lain. Tapi, ini semua hanya karena dasar pendalaman ilmu saya nantinya, yaitu, di bidang kesehatan, khususnya farmasi. Tentu, kesehatan adalah hal yang penting bagi kelangsungan hidup sebuah Negara. tanpa ada nya jaminan kesehatan yang memadai tentu, Negara ini pun akan hancur dengan sendirinnya. Memajukan bidang kesehatan merupakan salah satu fokus saya nanti, walau tetap bidang industri berat menjadi hal terpenting bagi kelangsungan suatu Negara.
Totalitas Perjuangan!
Salam Mahasiswa!

[wallahu-allam bishawab]
naskah tugas PMB Universitas Jendral Soedirman 2013. 
bismilahi, smg ini menjadi awal untuk terus berkarya lewat opini!
SEMANGAT!

You Might Also Like

0 comments