IISEF part 2

Bismilahi…
Memulai kembali

Hiyaaa...hehe, jangan ikuti kalo lagi kuliah kagak dengerin dosen nya ya. lagi suntuk soanya ane..hehe
oke cekidooot...

Seperti yang sudah saya ceritakan di post-an cerita LKIR 2012 terakhir, bahwa para juara LKIR akan otomatis menjadi kandidat, tapi ternyata itu tidak selalu looh, kadang semua, kadang satu bidang, dan kebetulan tahun ini IPA dan IPT lengkap dipanggil, tapi sayang nya tim IPS hanya satu tim, tentunya juara pertama nya. ya, kami semua d kirimi fax dan di hubungi akan hal itu sebelumnya. Setelah itu, pihak LIPI datang berkunjung ke sekolah(sebulan setelah LKIR kemarin) untuk meng-check kesiapan, juga melihat dukungan dari sekolah yang bersangkutan. Jujur aja, waktu itu saya (tahun 2012) menjabat sebagai ketua LKMA (semacam latihan kepemimpinan dalam bentuk studi banding ke Malaysia), saya memang tidak bisa terlalu fokus sebelumnya (ketika masih ikut lomba LKIR, jujur ^_^). Dan setelah LKIR saya telah bertekad untuk menyelesaikan hal itu, karena sebulan lagi acara ini akan berlangsung. So, saya gak mau banyak memikirkan hal yang lain. Dan disaat yang sama saya juga harus mempersiapkan masa depan saya (cie…hehe, kan kelas tiga, jadi harus rajin belajar laah ^_^)
Pihak LIPI pun datang. Ya, seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, mereka hanya nge-check kesiapan saya, sekolah, dan pembina saya, juga memberikan beberapa info terkait ISEF itu. Sebetulnya, saya juga gak mau banyak mikirin hal ini dulu -_- Tapi saya ingat sekali waktu itu, kepsek saya ngomong di forum itu. “Ya, kami akan melakukan sebisa kami”, istilah nya “nothing to lose”. Wah, kalimat yang sangat mengambarkan keadaan saya ketika itu. Thanks P’ kepsek.
Pemanggilan kandidat IISEF Indonesia ke Jakarta
Saya dapat kabar pertama kali dari Pembina saya. “mad, besok ditunggu d lipi gatot subroto, seluruh kandidat di panggil bersama para Pembinanya” kaget, ya! Ngeri ya! Hehe secara, project yang saya bawakan belum membawa hasil yang menjanjikan. Dan kabar baik nya saya tidak akan didampingi oleh Pembina saya, mulai Pembina LIPI maupun dari sekolah. Okelah, paling besok di tanya2in ini itu, kalo gak bisa jawab ya mau gimana lagi ^_^ (selow aja bro). saya pun berangkat memenuhi undangan itu. Lucu nya saya terlambat! Sampe di telfon2 sama orang LIPI nya malah (hadeuh…malu saya…) di sana kami di beri informasi2 terkait ISEF nanti, apa yang harus di persiapkan, sekaligus di beri gambaran nanti nya. dan di sesi terakhir, saya harus bungkam mulut, disaat semua tim lengkap dengan Pembina2 nya. sedangkan saya hanya terpaku menjawab “oya pak, nanti saya komunikasikan nanti” dengan sesekali tersenyum malu, karena gak bisa jawab apa2. Ckckck
Melanjutkan perjuangan! Semangat!
Waktu pun terus berjalan. Saya diberikan waktu 3 bulan untuk melakukan perbaikan terhadap penelitian saya. Se-kembali dari Malaysia, saya langsung berkejaran dengan waktu sesegera mungkin meng-fix-kan metode yang digunakan. Karena sepertinya saya harus melakukan dari awal. Hehe, mantap! Dan kembali, waktu belajar terpaksa saya korbankan -__- hiks. Di liburan semester genap saya harus ke bandung untuk menyelesaikan nya di lab elastomer (departemen Fisika LIPI Cisitu Bandung) dimana mentor saya berkerja. Seminggu waktu ku habis kan di sana. Sekembalinya ke bogor, saya harus bergelut dengan bio assay yang sedikit membuat ku stress. Dari mulai menyiapkan pecobaan, mencari semut yang buanyaaak banget. Tapi, semua itu terasa mudah bila di kerjakan bersama-sama. Beruntung saya punya banyak kawan yang mau membantu saya (thanks bro). uji pun di lakukan selama 4 hari. Berharap ada sebuah titik terang, tapi apa yang terjadi? Hmmmp….saya harus mengulang. Capek, pasti. Sedih, apa lagi. Tapi, di saat itu saya sangat beruntung punya orang2 yang selalu mendorong saya. Lumayan lah membuat saya mau untuk kembali.
Tak terasa waktu pun terus bergulir, dan mantap nya di waktu yang tinggal sedikit lagi saya belum bisa menyelesaikan semuanya -__- hehe. Tersisa waktu sebulan untuk ditentukan tiga tim yang akan berangkat nanti. “Hmmp bismilahi! semoga di berikan yang terbaik saja!” kata2 itu yang selalu muncul dan saya panjatkan dalam setiap doa saya.
Dalam waktu yang pendek itu saya hanya bisa berkonsultasi dengan Pembina saya. Saya belum bisa melakukan percobaan ulang, karena saya juga harus focus dulu ke UN. Menentukan metode yang semakin mantap untuk menyelesaikan project ini.
Nah, kawan2 di potong dulu ya sampe sini, akan di lanjutkan d part berikut nya.
Bersambung…^_^



You Might Also Like

0 comments