YOU'RE NOT A TRAITOR

Salam

Di tengah keadaan yang membuat kita bergerak, bagaikan tersesat di hamparan es kutub utara, tak ada kawan, berdiam diri
tentu malah mendekatakan diri pada kematian, BERGERAK! Kalau tidak kau mati membeku…!
Keadaan yang membentuk kita. Ya! Kemauan yang memutuskan…!
Seakan ada berkilo-kilo bongkahan emas di sebrang sungai berarus ini…itu pilihan! Mau kah kita berjuang untuk mendapatkan emas itu?

Tetap! Kawan setia pasti akan terus mendukung bahkan di saat lemah sekalipun. Di saat iman kita lemah, tergoda dengan kemilauan dunia, perhiasan dunia, ya WANITA! Futur akan kegamangan hidup ini.

Sehari-hari hanya mengkonsumsi kimia organic, kalkulus, makro ekonomi, anatomi, farmakologi, paling lumayan ya agama, ini pun terlalu banyak distorsi.

Ya, saya kita kalian, terdampar di sini! Sebuah kemauan yang saya pun tak yakin ini kemauan saya, realita nya tak indah dan semudah yang di bayangkan dulu.

Mungkin orang bilang, buat apa kamu belajar ilmu ekonomi? Tapi diri mu melupakan esensi ilmu ekonomi itu? Mensejahterakan rakyat dengan ilmu mu. Buat apa belajar di farmasi, tapi otak mu terlalu kapitalistik! Hanya memikirkan keuntungan, keuntungan, dan KEUNTUNGAN! Mana jiwa farmasis mu! Ketika kau pelajari ttg mekanisme pelayanan obat dahulu! Mana! Jangan bilang apa yg telah di sampaikan hanya angin berlalu? Huft, kualitas yg menyedihkan!

Keindahan masa ini hanya buat orang yang tak mengerti apa essensi nya. tanyakan pada tragedi trisakti! Tanyakan kepada mereka yang tak tinggal diam melihat kerusakan negeri ini, walau cara mereka yang juga harus menjadi sorotan. Berlagak bawa mobil baru, pamer motor gede, datang mirip fasion show, “mbak, mau belajar apa jd cover girl?” mode fasion isi pembicaraan nya. akan kah kita bangkit dengan ini? sangat blur kebangkitan oleh mereka-mereka itu.

Nilai perjuangan ini yang sudah luntur dari jas almamater kebanggaan mereka, yang hanya dijadikan pembenaran dia kepada adik-adik di SMA nya dulu. “NIH! KAKAK BISA!” sambil sesekali menaikan kerah jas usang itu! Mereka lupa arti dari warna kuning terang itu! ITU WARNA PERJUANGAN! Mereka lupa warna biru tua itu! Agar mereka menjadi penjaga alam ini, menjadi garda terdepan dalam kelangsungan alam ini! mereka lupa akan jas karung goni! Jangan kan untuk berbagi untuk orang2 kecil, setiap hari yang ada mejeng di mall Ambarukmo buat hangout ketawa2 gak jelas! Atau mereka lupa akan perjuangan jenderal besar Indonesia! Ya jenderal soedriman! Sekarang, baru aja dapet dikit kesulitan dah pada ngeluh! Mana jiwa jenderal mu???

Tahu kan kawan, kalian adalah kaum yg menjadi panutan? Kaum intelek! Kaum yang akan dijadikan tempat bertanya masyarakat! Untuk Indonesia yang lebih baik!

Bukan waktunya lagi kalian hanya berlagak dengan embel-embel semu itu! Coba, kalo lebih dari 7 tahun kau tidak segera keluar, apa yang terjadi? Apakah kau masih bangga? Saya yakin 100% tidak!

Waktunya bangun dari tidur panjangmu! Buka mata, gunakan pendengaranmu, gunakan otak intelek mu! Suarakan kebenaran dari mulut suci mu!

Tentu bukan perjuangan yang semu kawan!
Perjuangan yang seharusnya membuat kita mulia di dunia dan akhirat. Perjuangan yang telah Rasul contohkan. Bukan sekedar wacana kebangkitan! Semu!
Tentu jawaban atas kegamangan hidup ini adalah islam itu sendiri.

Saat nya saya kita kalian berjuang mengembalikan kehidupan islam dengan syariah dan khilafah, dengan semangat murni perjuangan yang sudah susah di dapatkan pada kaum tua, mereka sudah banyak alasan untuk berjuang, sudah banyak kepentingan yang berseliweran di otak mereka!

KAU! YA! KALIAN! Para penegak kebenaran! Tunjukan keintelektualan kalian! Jadikan warna biru jas mu menjadi saksi akan betapa hancur nya tubuh mu dlm berjuang, merah darah jas mu yang menunjukan apapun kau berikan, bahkan darah mu sekalipun u berjuang di jalanNya!

Kalian pejuang syariah n khilafah!

Takbiir!

[waallahu’alam bishowab]

(bergerak dari kegamangan hidup demi kebangkitan hakiki!)

[Erken]







You Might Also Like

0 comments