Apa Salah Satu Aktivitas Pengkhinatan kepada Allah SWT?

Assalamu'alaikum wr wb

Bagaimana kabar teman-teman? semoga sehat selalu ya. Kembali lagi ke iDeenArt, kali ini ane mau posting edisi Ke-2 yang berjudul

"Pejuang Demokrasi tlah Mengkhianati Allah SWT, Karena MengIYAkan hukum ditangan rakyat, bukan ditangan hukum syara"


Kenapa sih ane, buat sedikit ilustrasi dengan tulisan seperti diatas? Karena eh karena, ya mafhum mukholafahnya tau lah saat ini sedang heboh apa? khusus di Indonesia loh ya, apa lagi kalo bukan Pilpres 2014, yang menawarkan suguhan pertandingan sengit antara kubu JOKOWI vs PRABOWO. Ya, ternyata eh ternyata masih banyak loh muslim wal muslimat yang masih ter'buta'kan dengan siklus 5 tahunan ini. Kalo saya perhatikan malah bisa dibilang miris dengan keadaan kampanye yang ada saat ini. Mungkin, dari mereka ada yang bilang ini pertarungan antara HAQ vs BATHIL, tapi gak jelas turunan nya dari siapa, bahkan bisa dikategorikan HOAX. Dari mulai kampanye gelap yang kampanye nya tengah malem #eh maksudnya menjelekan salah satu pihak tuk dapatkan keuntungan disatu sisi yang lain dan lain sebagainya. Hemat nya, gak aktivis islam gak aktivis nasionalis sama saja, mereka masih terbelenggu dengan rantai gajah, masih berpaku pada perubahan indikatornya perubahan rezim tanpa sama sekali melihat secara lebih jujur apa sebenarnya yang menyebabkan keterpurukan seperti saat ini? Tentu kalo saya memandang, sistem lah yang telah menyebabkan semua hal menjadi seburuk ini. Tentu, ini lah salah satu konsekunsi ketika kita tidak kembali kepada Islam secara menyeluruh, kan membuat kehidupan kita menjadi sempit. Maka dari itu, saya hanya mengingatkan saudara-saudara ku semuslim, bahwa memperjuangan demokrasi sama saja dengan mengkhianati Allah SWT, karena ketika itu pula tanpa sadar kalian telah mengiyakan hukum diatur sesuai nafsu manusia, padahal Allah SWT jelas sudah menurunkan Al-qur'an sebagai petunjuk. Semoga Allah terus menjaga kita dan bersegera meninggalkan keburukan itu. aamiin [wallahu alam bishowab]

wasalam

Erken Z
Purwokerto, 14 Juni 2014

You Might Also Like

0 comments