Bagaimana Kabar Dunia Kesehatan Indonesia Saat Ini?


               Hari Kesehatan Nasional (HKN) jatuh tepat pada 12 November 2014 lalu. Dengan mengangkat tema “Sehat Bangsaku, Sehat Negeriku”. Disisi lain, ternyata kesehatan masih dipandang menjadi indikator penting bagi keberlangsungan hidup suatu bangsa. Saat ini Indonesia berada diurutan ke empat terbanyak di dunia dilihat dari jumlah penduduk nya yang sebanyak 237.641.326 juta jiwa yang tentu jumlah ini akan semakin meningkat setiap tahunnya. Hal, ini tentu akan menimbulkan berbagai permasalahan yang muncul  dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia, salah satunya dalam hal kesehatan. Apalagi, Indonesia masih terkategori sebagai negara dunia ke-tiga (Negara Berkembang), yang salah satu indikator penilaianya dari sektor kesehatan.
Data di lapangan menunjukan indikator kesehatan Indonesia dari tahun ke tahun menunjukan perbaikan. Namun, laju perbaikan itu dinilai masih lambat. Situasi kesehatan Indonesia faktanya masih jauh dari negara-negara sekitar, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Bahkan, Indonesia sudah disalip Vietnam yang notabene nya beberapa tahun lalu masih dibelakang Indonesia. Sebenarnya banyak Indikator yang bisa digunakan dalam menentukan keadaan kesehatan di Indonesia beberapa tahun terakhir. Salah satunya dengan meilhat bagaimana keadaan kesehatan masyarkat. Hal ini dapat tercermin dari Angka Kematian Ibu (AKI), Angka kematian Bayi (AKB),  Keadaan Gizi Masyarakat, Cakupan Imunisasi, serta Pertumbuhan pendududuk Indonesia pertahunnya.  
Laporan Indeks Pembangunan Manusia yang dikeluarkan Program Pembangunan PBB 2013, Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia  masih 220  per 100.000 kelahiran hidup. Sementara, negara tetangga di ASEAN, seperti Singapura mencatat angka 3, Brunei 99, Malaysia 29, Thailand 48, Vietnam 59, dan Filipina 99. Indonesia hanya lebih baik dari Kamboja, Laos, dan Timor Leste. Padahal pada tahun 2010 laporan Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia masih ‘nangkring’ di poin 220 per 100.000 kelahiran hidup. Tentu, hal ini menujukan selama 3 tahun terakhir tak ada perubahan yang terjadi. Hal ini disinyalir oleh berbagai pihak karena kurang nya goverment willing tuk meningkatkan fasilitas kesehatan secara merata. Menurut Koordinator Devianve Resources Center Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Endang L Achadi, sekitar 40 % kabupaten belum memiliki rumah sakit yang bisa menanganani pelayanan kegawat daruratan obstetri ginekologi akibat tak ada dokter spesialis. “Distribusi dokter kurang, terutama di Indonesia bagian timur”. 
Laporan Dinkes Provinsi beberapa tahun terakhir terkait permasalahan gizi buruk yang terjadi memang menunjukan penurunan mulai tahun 2005 ke tahun 2007, yaitu diangka 76.178 kasus menjadi 39.080. Namun, terjadi kenaikan terus menerus hingga poin 56.941 kasus pada tahun 2009, dan kembali terjadi penurunan pada tahun 2010 menjadi 43.616 kasus. Data ini memperlihatkan bahwa belum stabilnya keadaan gizi masyarakat di Indonesia. Tentu, pemerintah sebagai pemangku kebijakan memiliki peran yang besar bagi peningkatan gizi masyarakat. Dimulai dari proses pengadaan gizi yang baik, distribusinya, serta pengontrolan harga agar terjangkau bagi masyarakat.
Dan masih banyak lagi data-data yang memperlihatkan bagaimana perkembangan dunia kesehatan Indonesia saat ini. Tentunya dalam menyelesaikan permasalahan diatas yang pertama adalah harus adanya visi-misi yang jelas terkait dunia kesehatan Indonesia kedepannya yang salah satunya dapat tercermin dari ‘goverment willing’ yang tinggi tuk terus membenahi dunia kesehatan Indonesia, tidak hanya menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai, tetapi juga menyuntik BUMN yang bergerak dibidang kesehatan untuk dapat berkerja produktif. Serta yang kedua adalah kesamaan visi misi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Maka, dengan begitu program-program pemerintah pusat dapat ditindak lanjuti dengan baik oleh pemerintah daerah bila memiliki kesamaan visi misi tersebut.
Rakyat tentu dalam hal ini yang menjadi objek juga penggerak dunia kesehatan Indonesia memiliki peran yang penting jua. Ketika kepedulian masyarakat yang menurun terkait kesehatan dan lingkungan hidup tentu memiliki dampak juga terhadap keadaan kesehatan Indonesia. Maka dengan begitu, kesadaran penuh dari masyarakat/ rakyat akan kepeduliannya terhadap kesehatan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat akan dengan sendirinya juga akan mendorong kesehatan Indonesia itu sendiri.
Terlepas, dari kedua hal tersebut, maka kita sebagai seorang individu tentu memiliki pula peranan dalam hal tersebut. Terlebih ketika kita memang menjadi salah satu tenaga kesehatan yang akan terjun secara langsung menangani dunia kesehatan. Ilmu yang banyak tentu sudah kita dapatkan, maka tinggal kita aplikasikan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Maka, terakhir, kita bercermin sesungguhnya apa yang bisa kita sumbangkan tuk perbaikan keadaaan kesehatan Indonesia? silahkan kita merenungi dan lantas mengerjakan apa yang seharusnya kita lakukan saat ini. 

Source : Dari berbagai sumber 


(Artikel yang disertakan dalam selebaran yang dikeluarkan KASTRAD BEM Farmasi Unsoed dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional tahun 2014) 


You Might Also Like

0 comments