Nasihat dari Ali bin Abi Thalib ra


Ali bin Abi Thalib ra. Pernah melantunkan bait-bait syair berikut ini dalam munajatnya :

“Mohon maaf,
Bukannkah Engkau dengar, wahai Dzat Pemberi karunia
Atas seruan doa dari hamba lemah yang ditimpa musibah
Yang tenggelam dalam lautan sedih dan gelisah
Terpenjara kesalahan dan dosa-dosa?
Itulah aku,
Yang tiada hari, kecuali menyeru dengan rendah hati
Sungguh-sungguh berdoa dan memohon
Karena terasa sempit bumi ini bagiku
Sementara penduduknya tidak tahu obatku apa
Sambutlah tanganku, wahai Dzat yang Mahaagung, wahai Harapanku
Aku sungguh sangat berharap ampunan Mu,
Kini aku datang dengan tangis, rahmatillah tangisku itu
Aku menangis karena malu, betapa banyaknya dosaku pada Mu
Aku terjerat gundah gulana, Engkaulah Sang Penghapus lara
Aku sakit, Engkaulah Penyembuhku,
Wahai Rabb-ku, wujudkan harapanku
Bagiku mungkin azablah harapanku
Mohon kiranya Engkau beri aku maaf
Sebab aku tengah dirundung musibah dan penat”


Sungguh, cukuplah ini menjadi peringatan bagi kita semua, khususnya diri saya sendiri yang sering sekali terjerumus dalam lubang kemaksiatan dan lupa akan hakikat manusia sebagai hambaNya. Alangkah hina nya diri ini, apalah artinya kita dibanding seorang sahabat Rasul Ali bin Abi Thalib ra. ?! Sangatlah jauh kadar keimanan kita dibanding beliau, sangat lah tidak sepadan pengorbanan yang tlah beliau berikan tuk agama Islam dibanding pengorbanan yang tlah kita lakukan. Lihatlah diri kita, sudah seberapa banyak kita mendalami ayat-ayatNya, sudah seberapa sering kita bermaksiat kepadaNya?! “SERING!”
Semoga Allah memudahkan langkah kita. Wallahu ‘alam bishowab.

Imaduddin
(Markaz Al Liwa, Purwokerto)



You Might Also Like

0 comments