Dua Pencarian Hidup Manusia


Hidup ibarat sebuah perjalanan
Kita semua tentu memiliki pencarian, segala aktifitas kita lakukan mayoritas tergolong dalam aktifitas pencarian sebenarnya. Merasa kah? Coba saya logikakan, ketika kita semua menuntut ilmu, sebenarnya kalian ngapain? Mencari bukan? Ya, mencari ilmu tentunya. “Oh, saya gak mencari ilmu sebenarnya, tapi pahala loh ya”. Okeh, tapi tetap saja bukan, tergolong dalam aktifitas mencari? Ya, mencari pahala.
Sudah tentu dalam hidup ini, sebenarnya pencarian ini akhirnya hanya berakhir pada dua tempat, entah apapun pencarian yang kalian cari, tentu akhirnya akan berakhir pada kedua hal ini. Apa? Tentu, bila kita sebagai seorang muslim, maka kita tentu pula meyakini (beriman, red) ada nya Hari Akhir, Surga-Neraka. Nah, kedua hal tadi adalah Surga-Neraka sebenarnya. Dalam kitab Nashaihul ‘Ibad dijelaskan :
Dari Ali bin Abi thalib ra. :من كان فى طاب العلم كانت الجنة فى طلبه ومن كان فى طلب المعصىة كانت النار فى طلبه
1.      Siapa saja yang mencari ilmu maka surga akan berada dalam pencariannya.
2.      Siapa saja mencari kemaksiatan maka neraka akan berada dalam pencariannya.

Imam Nawawi menjelaskaskan bahwa siapa saja yang menuntut ilmu bermanfaat (ilmu yang bermanfaat ini maksudnya adalah ilmu yang harus diketahui oleh orang yang sudah akil dan balig, Red) maka pada hakikatnya dia sedang mencari surga dan ridha Allah SWT. Sebaliknya, siapa yang mencari-cari maksiat maka hakikatnya dia sedang mencari neraka dan murka Allah SWT.
Maka, tentu sebagai seorang muslim sudah seharusnya lah kita melakukan aktifitas pencarian yang berakhir pada surgaNya dan RidhoNya, bukan malah ‘senang’ melakukan aktifitas kemaksiatan yang akhirnya berakhir pada NerakaNya dan MurkaNya, Naudzubillah min Dzalik. Wallahu ‘alam bishowab.


 Imaduddin
(Markaz Al Liwa, Purwokerto)


Daftar Pustaka
Kitab Nasha’ih Al-Ibad fi Bayani Alfahzi Munabbihat ‘ala Isti’dad li yaum Al-Ma’ad karya Syaikh Nawawi Al-Bantani.
-Imam Nawawi (1813-1897) adalah ulama besar asal Banten (Indonesia) yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram, dan karya-karyanya banyak menjadi rujukan di universitas al-Azhar, Kairo, Mesir. Semoga Allah meridhoi beliau. 

You Might Also Like

0 comments