Pemanfaatan Sampah Organik Sebagai Bioethanol


PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK (BUAH DAN SAYUR) DI PASAR WAGE PURWOKERTO MENJADI BIOETHANOL SEBAGAI BAHAN BAKAR NABATI (BNN) YANG RAMAH LINGKUNGAN

*M Imadudin S, Brachim Anshari, Tsani Abu Mansur, Durrotun Ekha A, Annida Nurul F, Winduningsih Solihah, Dainty Khairani, Yessi Gladi S, Feby Firtria N.

Departemen Penalaran Periode 2015-2016
Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Riset
Universitas Jenderal Soedirman

ABSTRAK
            Sampah sayur dan buah merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari pasar Pasar Wage, Purwokerto. Hasil penelitian sebelumnya menunjukan bahwa pengelolaan sampah di pasar wage belum terkelola dengan baik. Serta volume sampah organik yang dihasilkan mencapai 30.240 L per minggu nya. Disisi lain, Diversifikasi  perlu dilakukan  dalam  rangka  pengembangan  energi  baru  terbarukan. Terlebih lagi, kebijakan energi nasional tahun 2007-2025 menargetkan pemanfaatan 5% biomassa sebagai energi alternatif dari keselurahan sumber energi. Pembuatan bioethanol melalu proses hidrulisis kimiawi serta fermentasi menggunakan bakteri S. cereveciaea. Sampah organik di pasar wage berupa sampah organik sayur dan buah dipilih sebagai bahan baku. Sampah sayur dan buah ini di keringkan kemudian di blender. Bahan baku di tambahkan H2SO4 lalu dilakukan fermentasi hingga didapatakan ethanol nya.  Metode pembuatan karya tulis ini berbasis survei lapang dan studi pustaka. Hasil konversi energi dari sampah organik (sayur dan buah) menjadi gula reduksi serta konversi gula reduksi menjadi bioethanol didapat perminggu nya sebanyak 1.837,35 L lalu dikalikan dengan harga rata-rata bioethanol dipasaran sebesar Rp 8.400,- didapatkan pendapatan sebesar Rp 15.433.740,- perminggunya.

           

Purwokerto, 11 Juni 2015

Makalah ini dipresentasikan di Forum Ilmiah "Dissccus Our Project"
Unit Kegiatan Penalaran dan Riset (UKMPR)

You Might Also Like

0 comments