Makes special with your own path


“Makes special with your own path” Mungkin kalimat tersebut terlihat simple dan sepele, tapi yakin lah kita semua tentu sering tergopoh-gopoh menjawab pertayaan diri sendiri, like “what is my speciality?” “Apa yang bisa saya perlihatkan?” “Apa yang bisa saya persembahkan?” “Apakah saya hanya ‘sampah’ peradaban atau kah ‘raw material’ dari peradaban emas?” dan beragam self question. Terkadang saya sendiri pun sering merasakan hal demikian. Dan, you know what? Like a boom! Pertanyaan simple yang tiba-tiba muncul di kepala kita terkadang membuat diri merendah (baca : malu), apalagi kejadiaan ini bertepatan dengan ‘capaian’ salah seorang anggota keluarga atau teman dekat.

Bicara kuliah, biasanya terjadi kejadian ‘bantai-membantai’ citra suatu jurusan. Ya, memang ini lebih kearah bergurau saja. Tapi, apakah kita tau bagaimana adik-adik kita melihat tersebut? Oh, jangan samakan diri kita yang sudah ‘mencicipi’ dunia pendidikan tinggi dengan mereka yang baru akan memasukinya. Mulai dari memplesetkan nama jurusan yang ada, hingga kalo kita tau istilah jurusan superior-inferior. Terkadang informasi ‘bodoh’ itulah yang akhirnya masuk dan merasuki kepala adik-adik SMA. Apalagi ditambah dengan kecanduan drama korea (Yang katanya banyak ngangkat cerita tentang dunia tsb).  

Saat saya berkaca pada diri sendiri, semua kejadian diatas sedikit banyak terjadi pada diri saya. Awal nya memang lumayan sulit tuk mengubah mindset tersebut, tapi lama kelamaan saya mulai meng-connect-kan ‘passion’ saya miliki dengan bidang study yang sedang saya ambil, akhirnya timbul semacam dorongan besar tuk terus belajar dan bermimpi. Simpel sebenarnya, tapi proses ini yang butuh waktu.

Terlihat sedikit ‘riweuh’ menanggapi kejadian diatas. Mungkin, bagi temen-temen yang saat ini sedang menempuh dunia perguruan tinggi namun masih bingung mau ngapain di bidang study yang mungkin disebabkan ‘salah jurrusan’ ya coba diikhlaskan dan diambil hikmah nya saja. Bagi, adik-adik sekalian yang sudah planning ini-itu, dibuat strategi dan dipersiapkan pula apapun yang akan terjadi nanti. Namun, yang perlu kita ingat tak ada istilah jurusan ‘superior-inferior’ yang ada hanya lah mahasiswa yang mau berkembang atau tidak.

Yakinlah, kita semua memiliki ‘own speciallity’. Menjadi special adalah suatu pilihan bukan tetapan alam, apalagi hanya terkotak-kotak oleh nama jurusan study. Karena itu pilihan maka semua terletak pada diri kita sendiri, apakah kita mau tuk menggali dan menemukan nya atau tetap kita biarkan hal tersebut didalam jurang diri kita masing-masing. Sekali lagi, semua terletak pada diri kita!  

Kota Jati, 14 Juli 2015

Erken Z

You Might Also Like

0 comments