Nasionalisme Akar Masalah Krisis Rohingya #2 ; Habis

Penindasan, tindak kedhzaliman yang menimpa umat Islam sering kali tak terselesaikan. Kalaupun, terlihat selesai, sejatinya itu bukan sebuah keterselesaian yang adil. Itu adalah buah dari kemenangan imprealis Barat dalam menekan umat Islam, ditambah ketidak berdayaan umat Islam untuk melawan. Buah paham nasionalisme telah benar-benar menjadi racun yang sangat mematikan bagi sejarah peradaban umat Islam. Sebuah sejarah kelam yang takkan pernah kita lupakan. Paham yang benar-benar telah menjadi salah satu bentuk kesuksesan imperalis Barat dalam mencaplok kekayaan kaum muslim.

Ketika ditelisik lebih dalam asal mula munculnya paham nasionalisme ternyata paham ini bertujuan dalam melanggengkan imperalisme dunia. Negeri-negeri jajahan selalu dihembuskan ide nasionalisme. Hal ini dimaksudkan untuk memecah belah negeri-negeri yang sebenarnya negeri muslim, tentu untuk memecah belah hingga memudahkan penjajah untuk terus melakukan penjajahan atas mereka (devide et impera). Kondisi ini lah yang saat ini menimpa umat Islam. Terpecah-belah menjadi 70 negara merupakan salah satu capaian para imprealis barat terhadap Khilafah Islamiyah yang dikerat-kerat berkat paham nasionalisme menjadi konsep negara-bangsa (nation-state).

Benih perpecahan sudah dimulai sejak imperalis Barat menginjeksikan racun nasionalisme ke dalam tubuh umat Islam yang dimotori oleh para misionaris Barat. Mereka sebagian besar berasal dari Amerika, Inggris dan Prancis pada pertengahan abad ke-19 di Suriah dan Libanon. Melalui ide-ide nasionalisme itu, kaum misionaris menyulut sentimen kebencian terhadap negara Khilafah Utsmaniyah, yang mereka tuding sebagai negara penjajah bagi negeri-negeri di sekitarnya. Mereka kemudian meniupkan nasionalisme di Arab Saudi, Mesir, Libanon, Suriah, dan sebagainya untuk melakukan perlawanan terhadap Khilafah Ustmaniyah. Perjanjian Sykes-Picot (1915) yang membagi-bagi wilayah Khilafah Ustmaniyah pada tangan penjajah merupakan bukti ‘keampuhan’ ide nasionalisme dalam memecah-belah kaum Muslim dan menghancurkan Khilafah.

Maka dari itu, paham nasionalisme inilah yang sejatinya telah membuat umat islam terpecah belah. Menyebabkan mandulnya kekuatan negeri-negeri muslim yang ada di dunia. Mungkin hanya sepersekian yang bisa kita bantu. Mengirimkan hanya dalam bentuk materil, dan tentunya doa. Namun, ada pula kemirisan yang terjadi, alih-alih mengirimkan bantuan secara materil, mereka menstop pengiriman materil dari warga negaranya, hingga mereka malah menanggap berbagai tragedi pembantaian yang terjadi saat ini adalah urusan mereka dan yang membantai.

Tak ada jalan lain, untuk menjaga kemulian kaum muslimin, tanpa adanya kepemimpinan yang satu. Penerapan syariah Islam sebagai pedoman berkehidupan yang diterapkan dalam bentuk Khilafah adalah keharusan. Demi menjaga Izzul Islam wal Muslimin [].

Wallahu a'lam Bishowab

Purwokerto, 11 Januari 2017


M. Imadudin Siddiq



Referensi :
Dari berbagai sumber

You Might Also Like

0 comments