KOLONIALISME/PASCAKOLONIALISME #20BukuUntuk2017


(Selesai Baca : 1/20)
Kolonialisme/Pascakolonialisme
Karya Ania Loomba
Pustaka Promethea, 2016.
422 halaman.

Buku yang terdiri dari 3 bahasan utama, yaitu bahasan pertama, “Menempatkan Studi Kolonial dn Pascakolonial, bahasan kedua, “Identitas-identitas kolonial dan pascakolonial”, bahasan kedua, “Menentang kolonialisme”.
Buku karangan Ania loomba ini merupakan khasanah penting untuk memahami apa itu kolonialisme dari sudut pandang Barat. Tentu antar tokoh-tokoh lingustik barat pun ada silang pendapat terkait hal tersebut, termasuk bagaimana mereka mengkritisi pembahasan, “pascakolonial”, pada pembahasan awal juga diberikan gambaran, bagaimana perbedaan antara kolonialisme dan imperialisme itu, karena memang kebanyakan dari kita menyamakan bahkan identik kedua hal tersebut, walau pada aktivitasnya sekilas mirip dan memang bisa dibilang nama lain dari aktivitas penjajahan.
Pada pembahasan pertama, Ania Loomba mencoba memberikan gambaran dan membandingan beragam pemikiran para tokoh terkait kolonialisme, mulai dari Edward Said, Foulcaut, Marx, Lloyd, Gramsci, Fanon dan beragam tokoh lain. Pembahasan menjadi menarik karena tentu dalam buku ini juga akan dibahas sebuah ideology, definisi ideology, falsafah, dan tentu kapitalisme yang memang menjadi ide ideology yang menjadi standar penilaian terhadap beragai ideology atau pandangan-pandangan lain, baik itu dari timur (komunis), arab (Islam), dan lain nya.
Buku ini menjadi menarik, karena ‘kejujuran’ mereka untuk mengungakap bagaimana Barat (eropa) mengkonstruksi pemikiran Barat vs Timur, Modern vs Tradisional, Pintar vs Bodoh. Simple nya bahwa semua harus berkiblat ke Barat (Eropa sentris), termasuk bagaimana orientalisme digunakan dalam ‘proyek’ kolonialisme. Dijelaskan pula bagaimana orientalisme bergerak secara gamblang tidak hanya berbicara secara spiritual, namun juga melalui sistem pendidikan, sastra, bahkan Sains Barat! Mereka mengkonstruk bagaimana yang dikatakan ilmiah dengan pandagan mereka (barat), walau itu masih terlampau subjektif. Walau memang bukan berarti buku ini menolak produk sains dan keilmiahan. Namun disini penting bagi kita, untuk memahami bahwa pergerakan orientalisme itu sebegitu menguritanya. Sisi ini menarik bagi saya, karena hal ini mengkonfirmasi sebuah bahasan di Kitab Daulah Islamiyah dalam bab serangan misionaris dengan pengkajian orientalisme nya terhadap dunia Islam.
Selanjutnya dijabarkan bagaimana identitas-identitas kolonial dan pascakolonial. Bagaimana Barat mengkonstruk perbedaan-perbedaan itu, baik secara rasial maupun kultural. Mereka mencoba membuat klasifikasi Ras, dengan memberikan embel-embel, seperti bodoh, terbelakang, dan sebagaimana, lantas mencoba mengkonstruk bahwa Ras A adalah yang terbaik. Konstruksi-konstruksi semacam ini digunakan mereka dalam proses kolonialisme dan lantas memuluskan imprealisme yang dilakukan.  Kemudian dibagian akhir pembahasan dibahas bagaimana Ania Loomba menentang kolonialisme. Mulai dari pembahasna Nasionalisme-Pan nasionalisme, mengungkap apa yang dimaksud dari definisi, “Bangsa”, dan bagaimana peran seorang manusia tertindas (subaltern/ kelompok yang tertindas) sebagai objek kolonialisme itu dapat bersuara dan bangkit dari kolonialisme itu, dan diakhiri dengan pembahasan bagaimana pascamodernisme dan studi-studi pasca kolonialisme.
            Bagi saya pribadi, Bahasa yang digunakan pada buku ini relatif mudah dipahami, walau tentu informasi awal penting kita miliki. Bagaimana kita memandang sebuah ideology, falsafah, kapitalisme yang tidak hanya narasi tunggal sebagai sistem ekonomi namun juga alat penjajahan, serta informasi awal lainnya. Terlebih pesan saya bagi kita sebagai seorang Muslim, tentu bahasan terkait ideology islam sudah tuntas kita selesaikan, agar tidak terjadi kebingungan yang parah dalam melihat fakta-fakta yang dijabarkan. Terlebih di kesimpulan saya mendapati pembahasan penulis mengarah kepada kompromi antara pemikiran Marxis dan pemikiran Pascamodernisme/Postmodernisme, menurut penulis agar tidak terjebak pada tidak terjebak pada kondisi eropa sentris yang akhirnya malah hanya mendukung operasi-operasi kapitalisme global. Dengan pondasi Ideology Islam InshaAllah kita takkan bingung dan galau untuk menilai pada akhirnya. Jadi, singkat saya buku ini sangat recommended buat menambah khasanah fakta-fakta kerusakan yang secara gamblang dijelaskan dalam buku ini. Terlebih bagi para pendakwah, ini penting untuk memahami fakta kerusakan dengan penuturan ala Barat.

You Might Also Like

0 comments