WE ARE OUT BRAINS, FROM THE WOMB TO ALZHEIMER'S #20BukuUntuk2017


(#20BukuUntuk2017)
(Selesai Baca: 1/20)
We are Our Brains, from the Womb to Alzheimer's-Dick Swaab
Penguin Books, London, 2014. 
417 halaman


**
Buku ini terdiri dari 20 bab. Di buku ini Dick Swaab menjelaskan bagaimana sebenarnya manusia 'terbentuk', bagaimana manusia bersikap, bahkan secara kesehatan pun, semua hal tersebut diakibatkan sebuah organ super, yaitu otak.

Buku ini menjadi sangat menarik. Bukan hanya narasi yang dibawakan. Namun, buku ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan penulis dan tim nya. Terlebih penulis memang seorang dokter, yg memfokuskan diri pada studi neuroscience, yang juga termasuk salah satu pendiri Netherlands Institute for Brains Research. Sebuah lembaga penelitian non goverment yang bergerak dibidang brains.

Pada Bab 1-3, penulis membahas bagaimana proses kelahiran bayi dari rahim Ibu. Dijelaskan pula, mengapa proses kelahiran lebih banyak terjadi pada malam hari atau dini hari, sangat jarang ditemui, kelahiran ketika siang hari. Hal ini disebabkan proses impuls yang diberikan oleh otak, otak kan memberikan sinyal pengeluaran hormon oksitosin yang berfungsi tuk memberikan kontraksi pada dinding rahim, dan itu hanya didapatkan ketika malam atau dini hari, dimana kondisi tubuh sedang rileks dan tenang. Kemudian, berlanjut pada pembahasan brains disorder, bagaimana skizofrenia, dementia.

Berkembang anggapan ditengah tengah kita bahwa pernyakit tersebut adalah penyakit turunan atau genetis. Namun, ternyata tidaklah genetis. Hal tersebut dipengaruhi oleh proses melahirkan, dan berhubungan dengan proses pematangan dan pembentukan otak sebagai pusat kendali.
Tak hanya itu, ternyata otak juga mengalami yang dinamakan 'adaptasi' terhadap lingkungan. Terjadinya, brains disorder pun tak lepas dari faktor lingkungan. Termasuk yang disebabkan oleh adiktif substance seperti obat, baik yang dikonsumsi oleh si Ibu, yang akhirnya ter-transmisi melalui ASI, maupun secara langsung kepada si bayi, walau tidak semua obat berresiko tertransmisi dan menyebabkan birth defect.

Pembahasan dilanjutkan, bagaimana otak mempengaruhi kecendrungan seksual pada diri manusia. Bagaimana LGBT yang ramai diperbincangkan, ternyata pun dibahas dan dapat dilihat dari otak. Walau saya belum bisa mendapatkan kesimpulan apa yg dimaksudkan penulis, karena bab selanjutnya secara khusus membahas kebiasaan manusia secara seksual.

Buku ini menjadi dahaga bagi saya pribadi. Secara konten bagi saya sangatlah menarik. Narasi yang dijabarkan dilakukan berdasarkan data dan fakta. Terlebih konteks nya, buku ini secara mendasar berbahasa inggris (sehingga membuat belajar vocab secara tidak langsung) ditambah istilah yang cukup 'health sentric' jadi bila tanpa backrgound kesehatan atau tanpa mau mencari-cari maksud istilah nya, agak sulit memahami nya, bahkan saya pun merasakan demikian. Hal menarik lain nya, buku ini juga mendapatkan posisi bergengsi di mata Dunia, sebagai The No.1 International Bestseller.




You Might Also Like

0 comments