MENULIS : MELEPASKAN RANTAI GAJAH KITA #28


Alhamdulillah. Tak terasa sudah H+7 lebaran. Alhamdulillah pula, 'hormon adrenalin' saya buat nulis seminggu ini cukup bagus--setidaknya saya belum pernah bisa se produktif ini, sebelumnya--1 hari bisa tembus 1 artikel. 

Btw, saya sudah upload semua artikel seminggu ini di www.kangimad.com Sebenernya sih gak ada yang berbeda dengan yang saya upload di Fb, cuma ada penyempurnaan hasil 'kritik & masukan' dari pembaca setia--sebenernya sih 'terpaksa' kayaknya--. Pokoke, suwun saget kalih kabeh sedoso yo. 

***

"Melepaskan Rantai Gajah Kita"

Bicara menulis ada beberapa hal yang ingin saya bagi nih buat temen-temen semua. Berdasarkan pengalaman yang sebenernya sih ya gak 'bagus-bagus' banget. Cuma bermodal akun Facebook dan Web 'murahan'--asli deh bayar domain nya gak mahal kok--saya mencoba untuk menulis. Dulu, SMA kelas X-kelas satu SMA--Guru BK saya, Bapak Imam--yang merangkap sekaligus Kepsek-- pernah menerangkan bahwa setiap dari kita memiliki semacam obstacle yang beliau sebut, "Rantai Gajah". Nah, Rantai Gajah tersebut lah yang membuat kita over paranoid terhadap sesuatu yang akhirnya membuat kita diam di tempat. Beliau menyampaikan bahwa, hal tersebut akan tetap 'nyangkut' di kaki kita sampai kita memang berniat untuk melepaskan nya. Kata beliau tak ada cara lain selain, menghancurkan sendiri Rantai Gajah tersebut. 

Pengalaman saya nulis--yang baru bisa artikel saja--terkadang, kita yang ngebet banget pengen bisa nulis kita memiliki 2 Rantai Rajah. Pertama, lupa diri dan kedua, terlalu overthingking. 

Pertama, "lupa diri", kita sering 'hilap' bahwa kita adalah baru nulis--bahkan baru MAU nulis-- .Pengalaman saya juga begitu kok. Pertama pengen nulis udah pengen ini itu, macem penulis beken tapi gak pernah nyoba memulai. Akhirnya apa? kita gak mulai-mulai karena terlalu kepengen yang tinggi-tinggi. 

Kedua, overtingking. Nah, ini masih nyambung nih sama yang pertama. Akibat kepengen ini itu dan gak memulai menulis, akhirnya kita overthingking terhadap tulisan kita. Takut di bilang jelek lah--di cemooh--, takut di bilang sok-sok an, bahkan saking kejam nya ada yang bilang seperti ini, "Mending banyak belajar dan baca dulu sebelum kamu nulis, dari pada tulisan mu gak bermutu dan salah kaprah!". 

Akhirnya apa? 

Boro-boro tulisan semakin bagus dan keren. Sekalinya nulis dah 'give up' bahkan mulai aja gak pernah.  

Lalu, bagaimana dong, kita?

Pertama, buat saya, kedua nya adalah semacam proses yang mesti kita lewati. Pengalaman saya melewati kondisi seperti itu, yaudah terima aja kekeliruan kita. Tinggal di cek lagi dan sesuaikan bila itu benar keliru--batasan nya hukum syara'--diluar itu, kalau menurut kita gak bermasalah yasudah diamkan saja. Toh ini tulisan pribadi kita. Nah, disamping itu, kita juga kita pasti bakal dapet apresiasi baik kok dari sekitar kita. Setidaknya itu yang memang buat kita bersyukur dan semangat.

Kedua, membuat paradigma dalam diri. Prinsip saya mah, tulis aja apa yang kita nilai itu positif dan bermanfaat--standarnya hukum syara'--lalu coba sebar ke teman-teman kita. Saya sih biasanya sebar di akun Fb dan berbagai grup Wa--maklum WA didominasi oleh grup hhe--. Nah dari Fb dan grup Wa itu lah sering saya nerima kritik & masukan, disamping itu memang saya sengaja share tulisan tersebut. Tujuannya selain bagi informasi, ya biar dikoreksi secara gratis--niat terselubung--walau kadang niat terselubung itu berujung 'tragis'--kelihatan males ngedit nya hha--. Tapi, sekali lagi buat saya, itu include ke dalam proses diatas. Jadi, dinikmati saja. 

Mungkin itu sedikit tips and trick 'receh' dari saya. Perlu kita yakini bahwa yang namnya proses itu bukan hal yang cepat dan gampang--tanpa aral melintang--justru sebaliknya. Tapi, yakinlah bila kita menikmati proses itu, kelak kita kan menjawab dengan mantap bahwa proses itu lah yang menjadi fase penting dan sangat berharga bagi diri kita. Maka, untuk melepaskan rantai gajah kita dalam menulis, sudah saatnya kita memulai sepenuh hati! [].

Wallahu'alam Bishowab.

***
Btw, jangan lupa tetap baca tulisan saya--maksa bener--dan kalo bisa sekalian kasih kritik dan saran nya. Sungguh saya tanpa kalian bukan apa-apa--apaan sih ???--. 

Selamat menikmati malam yang berkah!

---
*Oleh : M. Imaduddin Siddiq
**penulis abal-abal yang punya cita 'ketinggian' 

You Might Also Like

0 comments