NEOIMPERIALISME #23


Dalam teori dependensia, "negara-negara pusat" yang dulu merupakan negara kolonialis, tetap saja memainkan peran imperialisme nya, pasca kolonialisme klasik. Michael Barrat-Brown, dalam prakata untuk edisi kedua tahun 1970 dari karyanya After Imperialism (1963), mengatakan :

"...imperialisme tak diragukan lagi masih merupakan suatu kekuatan politik paling besar dalam kaitan-kaitan ekonomi, politik, dan militer yang dengannya neger-negeri yang secara ekonomi kurang berkembang tunduk pada mereka yang secara ekonomi lebih berkembang.".

(Dikutip dari Wajah Peradaban Barat Karya Adian Husaini)

Bagi Dunia Ketiga, termasuk Indonesia, realitas ini secara nyata terlihat didepan kita semua. Bagaimana buah busuk yang dihasilkan yang dimana akhirnya rakyatlah yang menjadi kelinci percobaan, kambing hitam bahkan 'probandus hidup' yang 'rela dilacuri' tanpa henti .
Praktek neoimperialisme ini lah yang sedang berjalan di negeri ini. Dan patut digaris bawahi, neoimperialisme ini lahir dari ideologi kapitalisme yang berakar pada fundamen sekulerisme. Dimana dalam paham sekulerisme inilah Islam mengkritik secara keras, dikarenakan fundamen ini yang bertolak belakang dengan ajaran Islam. Sehingga tak layak sebagai seorang Muslim secara 'latah' mengadopsi bahkan memperjuangankan nya.

Maka hal ini jelas bagi kita untuk menolak hal ini. Setidaknya dikarenakan dua hal. Pertama, praktek neoimperialisme yang lahir dari falsafah sekuler ini secara diameteral bertentangan dengan ajaran islam. Kedua, hasil praktek ini akhirnya bukan malah memberikan kemaslahan bagi manusia malah justru semakin menyengsarakan manusia bahkan merusak lingkungan sekitar tanpa ampun. Maka, sebagai seorang muslim adakah sebuah alasan untuk terus 'mengadopsi dan memperjuangkan' praktek neoimperialisme ini? []

Wallahu 'alam bishowab.

---
*Oleh : M. Imaduddin Siddiq
****Kritik dan masukan kalian sangat berharga


Sumber :
Buku Wajah Peradaban Barat Karya Adian Husaini.
Foto : https://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2015/04/indonesiakitaterancam-neoliberalisme-dan-neoimperialisme.jpg

You Might Also Like

0 comments