4 FAKTA MENARIK HIZBUT TAHRIR (Dari sudut pandang Barat)


1. Pengkategorian HT yang sulit, bukan tradisionalis juga bukan ekstrimis.

“This aspect of HT has made it extremely hard for Westerners to categorize the movement”

2. HT merupakan organisasi yang elegan dan bukan organisasi terorisme.

"The group never denounce terrorist attact. In many ways, HT is part of an elegant division of labor”.

3. HT sukses mendelivery ide-ide Islam ke tengah-tengah masyarakat.

"HT’s succes on the ideological playing field is largery due to its ability to adapt its politcal messege to a range of political environment. 

4. HT merupakan organisasi terstruktur dalam mencapai tujuan nya.

"This is accomplished by its well-organized propaganda machine, which relies heavily on modern technology, to wage its “war of ideas”.

***
Begitulah Barat memandang HT sebagai sebuah gerakan yang mengusung Ideologi Islam. Barat pun paham bahwa HT merupakan gerakan intelektual dikarena hanya menggunakan pemikiran dalam aktivitasnya, tidak aktivitas kekerasan bahkan terorisme. Tak ayal, organisasi ini akhirnya digandrungi oleh para intelektual dan para mahasiswa. 

HT pun merupakan organisasi yang tidak asal bergerak dan sangat terorganisasi dengan baik dalam mencapai tujuan nya. Maka, dapat dilihat sebagai organisasi transnasional HT yang bahkan saat ini tersebar di 72 negara, memiliki ide-ide yang sama persis. Tidak ada perbedaan ide, baik yang hidup di negara sekuler bahkan di negara sosialis pun. 

Secara umum akhirnya hal ini menyebabkan Barat kesulitan untuk mengkategorikan HT demi mencari dalih atas pelarangan 'HT'. Kalau pun dibeberapa negara dilarang, dapat dipastikan rezim yang berkuasa bersifat diktator dan represif. Itu fakta, bahkan di Negara Eksportir Demokrasi, US pun tidak bisa melarang aktivitas HT. 

Hingga akhirnya terpaksa Zeyno Baran pun dg Ariel Cohen, analis lain yang sama-sama bingung nya, yang akhirnya kedua nya mengkategorikan HT sebagai "belt conveyor for terorism" walau isu ini dapat di patahkan bila melihat aktivitas HT dilapangan. 

Adalah HT yang mana di Indonesia bergerak dengan nama HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Begitu sekelumit 'cerita mereka' tentang HTI yang saat ini akhirnya 'dikebiri' aktivitas nya di Indonesia oleh rezim pengecut. 

"Tak berani bertarung ide, malah sasana nya yang dibakar!"

Purwokerto, 4 Agustus 2017. 

23.41- 
Yang masih termenung dipojokan suatu kedai kopi. 

-0-
Sumber :
Zeyno Baran, 2004. Hizb Ut Tahrir : Islam's Political Insurgency. The Nixon Center. US.


***
M Imadudin Siddiq

You Might Also Like

0 comments