BETA LAKTAM : MEKANISME AKSI DAN MEKANISME RESISTENSI #edisirevisi (Edisi Belajar Obat #antibiotik)


Sebagai salah satu golongan obat antibiotik B laktam bisa dibilang adalah antibiotik itu sendiri, ini mah bahasa saya aja. hehe. Soalnya, emang penemuan obat antibiotik itu sendiri diawali dari obat golongan ini, yaitu dari saat perang dunia pertama, seorang peneliti Alexander Flaming yang berhasil menemukan obat penisilin dari fungi Penicilium notatum. Singkat cerita, obat ini digunakan untuk para tentara jaman perang dunia pertama itu, dan dikatakan cukup sukses untuk mengurangi kematian tentara akibat penyakit infeksi yang menjangkiti para prajurit yang terluka saat perang.

Mulai saat itu akhirnya antibiotik penisiln mulai dikembangkan. Akhirnya, mulai ditemukan lah beragam penisilin. Kesemua obat dalam golongan itu memang dinamakan dengan golongan beta laktam, dikarenakan struktur obat nya yang memiliki ciri khusus yaitu adanya gugus cincin beta laktam, ya itu adalah inti dari aktivitas antibiotik ini. Kalo bahasa kimia medisinal nya mah, "site of action" nya si antibiotik.

Gugus cicin beta laktam ini lah yang berkerja dengan menganggu kerja transpeptidase suatu enzim yang membentuk dinding peptidoglikan pada suatu bakteri sehingga akibat tidak terbentuknya dinding ini (akibat proses karbopeptidasi tidak terjadi), hal ini menyebabkan perbedaan tekanan antara di dalam dan luar dinding sel bakteri, yang kemudian menyebabkan pecah nya dinding tersebut dan akhirnya tamatlah riwayat bakteri tersebut. Begitu lah sekelumit bagaimana obat gol beta laktam ini bekerja.

Disisi lain, ada mekanisme resistensi yang terjadi pada obat gol beta laktam ini. Saat dulu, mendapatkan matkul Kimed (Kimia Medisinal) dulu, saya hanya ingat yang satu, ternyata ada dua (mungkin kebetulan saya yang tidur saat kuliah tersebut--saya termasuk yang 'maniak' tidur di kelas :p ).

Mekanisme resistensi nya : (bisa dilihat di link youtube dibawah)

1. Mekanisme pertama, saat dinding sel pecah dan menyebabkan dna bakteri terpisah, maka dna yang terlepas itu kemudian dapat masuk ke bakteri lain dan terjadilah peng-copy-an genetik dibakteri baru tersebut, yang selanjutnya akibat proses crosslingking, menghasilkan bentuk transpeptidase baru yang pada giliran nya menyebabkan gugus cincin beta laktam pada antibiotik gol beta laktam tidak dapat menempel, sehingga tetap terjadi pembentukan dinding sel pada bakteri tersebut.

2. Mekanisme kedua, akibat transfer genetik pasca pecah nya suatu sel, bakteri tersebut kemudian memproduksi suatu enzim yang dinamakan beta laktamase yaitu enzim yang dapat mendegradasi cicin beta laktam melalui reaksi hidrolisis , sehingga cincin beta laktam tersebut terbuka yang pada akhirnya obat tersebut tidak dapat beraksi dikarenakan sudah rusak nya site of action dari obat tersebut yaitu cicin beta laktam itu.

Setelah akhirnya para peneliti mengetahui kondisi resistensi tersebut, maka mulai muncul lah inovasi untuk mencegah resistensi tersebut. Salah satu nya mulai diproduksi lah senyawa lain yaitu dari turunan asam lemak, yaitu asam clavulanik. Asam clavulanik ini sejatinya bukan lah termasuk obat antibiotik. Kerja dia, dengan berikatan dengan enzim pendegradasi cincin beta laktam yaitu enzim beta laktamase, yang pada giliran nya menyebabkan cincin beta laktam terlindungi dari serangan enzim beta laktamase itu. Sehingga obat gol beta laktam itu masih dapat mencegah pembentukan dinding sel, dan berujung pada kematian bakteri. Namun, asam clavulanik ini tetaplah diberikan bersama obat gol beta laktam. Sehingga bila teman-teman menemukan suatu obat gol beta laktam, contoh nya adalah amoxicillin+asam clavulanik itu adalah untuk mencegah resistensi tersebut.

By the way, obat gol beta laktam ini yaitu :
1. Penisilin
2. Sefalosporin --> sudah ditemukan empat generasi.
3. Karbapenem
4. Monobaktam

Bila dilihat dari sisi farmakodinamik suatu obat antibiotik dapat digolongakan menjadi 3 jenis.
1. Time dependent (TD)
2. Concentration dependent (CD)
3. Gabungan antara TD dan CD

Nah, obat golongan beta laktam ini tergolong dalam jenis, Time Dependent (TD). yaitu dimana obat ini dipengaruhi oleh waktu paparan (eksposure) bukan tinggi rendah nya suatu konsetrasi (dilihat dari sisi minimum inhibitory concentration--MIC). Dikatakan oleh banyak literatur antibiotik jenis TD ini diperlukan konsentrasi 2-4 kali diatas MIC saat pemberian. Maka, obat gol beta laktam ini dengan peningkatan konsetrasi berlipa-lipat kali tidak berpengaruh pada kematian bakteri, namun perlu dioptimasi pada sisi lama pemberian nya (eksposure).

***
Begitulah sekelumit cerita terkait aktivitas antibiotik gol beta laktam. Saya sarikan dari video yang saya share, juga beberapa memori saya saat kuliah kimia medisinal dan farmakologi molekuler dulu. Sebenarnya, tujuan saya buat tulisan singkat ini untuk merecall ingatan saya semata, walau semoga bisa bagi-bagi informasi buat temen-temen :)

Yuk terus belajar :)
Semoga bermanfaat!

Video nya bisa dilihat disini :https://www.youtube.com/watch?v=qBdYnRhdWcQ

***
M Imadudin Siddiq

You Might Also Like

0 comments