LEON TROTSKY: ANTARA REVOLUSI OKTOBER DAN KEGAGALAN ATURAN MANUSIA


Dalam Otobiografi-nya, My Life. Leon Trotsky pernah menyampaikan beberapa hari sebelum 
Revolusi Oktober 1917 terjadi. Begini,

"Sorenya (suatu hari sebelum Revolusi Oktober), sembari kita menunggu pembukaan kongres Soviet, Lenin dan saya beristirahat di sebuah ruangan pertemuan, sebuah ruangan kosong melompong kecuali dengan kursi-kursi. Seorang telah menggelar sebuah selimut di lantai untuk kami, dan saya rasa saudara perempuan Lenin yang membawakan bantal. Kami berbaring bersebelahan; tubuh dan jiwa beristirahat. Ini adalah istirahat yang kami butuhkan. Kami tidak bisa tidur, jadi kami berbicara dengan suara perlahan...(Lenin berkata) "Sungguh sebuah pemandangan yang menakjubkan: seorang buruh dengan sepucuk senapan, bersebelahan dengan seorang prajurit, berdiri bersama di jalanan!" Dia mengulanginya dengan perasaan mendalam. Akhirnya para prajurit dan para buruh telah bersatu!"

Setelah 'kemenangan' Revolusi Oktober, Troktsky pun naik ke tampung kepemimpinan menjadi Komisar Rakyat untuk Masalah Luar Negeri, kemudian dilanjut menjadi Pemimpin Tentara Merah.
Pasca mati nya Lenin, kepemimpinan Uni Soviet digantikan oleh Stalin. Perjalanan kepemimpinan pun akhirnya tidak berjalan mulus. 

Uni Soviet pun berubah menjadi kapitalis birokrat. Penghilangan kelas Mlmasyarakat hanya menjadi ilusi. 'Kulak' merebak di ranah pertanian dan malah semakin menyengsarakan para petani. Stabilitas ekonomi mulai terlihat kebobrokan nya, rubel sebagai mata uang Uni Soviet kala itu mengalami inflasi yang parah, serta beragam kemunduran yang pada inti nya menurut Trotsky malah mendekatkan praktek kenegaraan Uni Soviet kepada bentuk kapitalistik.

Kritik demi kritik dilakukan oleh Trotsky terhadap Kepemimpinan Stalin. Trotsky pun akhirnya mengambil peran sebagai oposisi kiri untuk melawan segala kebijakan kelompok Stalinis, terutama yang terilhami oleh kebijakan Komintern yang menurut Trotsky keliru dalam permasalahan Revolusi China 1927. Akhirnya, orang2 oposisi kiri bentukan Trotsky pun dipecat dari PKUS (Partai Komunis Uni Soviet) dan Trotsky di asingkan bahkan dikeluarkan ke luar Uni Soviet.

Pergerakan Trotsky dan penegikutinya yg tergabung dalam Trotkisme pun semakin tidak di senangi oleh penguasa Uni Soviet kala itu. Akhirnya pada tahun 1936, dilaksanakan lah Pengadilan Moskow untuk mengadili 'Kejahatan Trotkisme'. Ribuan orang dinyatakan bersalah atas dosa 'Trotkisme' dan diekskekusi. Troktsky pun tak luput dari eksekusi, tahun 1940 akhirnya Leon Troktsky mati dibunuh oleh agen Stalin di Meksiko.

Adalah Ramon Mercader, seorang penyusup yang masuk ke lingkaran Troktsky sebagai pengagum dan pendukung. Singkat cerita, pada siang hari, Ramon Mercader pun yang telah lama menjadi penyusup itu satu ruang dengan Troktsky dan menanyakan beberapa hal. Dan terjadilah peristiwa berdarah itu. Ramon Mercader mengayunkan kapak es ke kepala Trotsky dan setelah itu terjadi pergulatan yang menyebabkan luka yang parah akibat ayunan kapak es, Trotksy diinapkan di rumah sakit. Selang sehari, 21 Agustus 1940, Leon Trotsky pun dikabarkan mati.

Revolusi Oktober tahun 1917 ala Trotsky gagal total !
Uni Soviet dibawah Stalin, hanya menjadi Birokrat Merah dan Kapitalis Birokrat!

Sejatinya, inilah gambaran tidak berdaya nya manusia untuk menjadikan aturan (An Nidzhom) lahir semata dari diri manusia. Terlebih, setiap manusia memiliki kecendrungan yang berbeda, sehingga memungkinkan terjadi perbedaan, perselisihan dan malah dapat menjadikan manusia terjerembab dalam kubangan kebinasaan, pada giliran nya.

Maka, sudah seharunya lah, aturan kehidupan hanyalah lahir dari sesuatu diluar manusia, yang tentu diluar dimensi seorang makhluk. Hanyalah datang dari Al-Khalik, Allah Swt yang seharusnya lah kita ikuti baik itu nilai-nilai kehidupan dan seperangkat aturan. Karena sungguh, hanya Al-Khalik lah yang mengerti benar terkait manusia. Bukan manusia itu sendiri.

Walau pada daya, seorang pengerak revolusionis oktober, Leon Trotsky di akhir hidup nya, justru malah berbangga hati berjuang dibawah panji Marxisme.

Tertulis dalam surat warisannya (Trotsky's Testament), 
Dia menuturkan seperti ini, "Selama 43 tahun dari kehidupan saya yang saya sadar, saya masih tetap seorang revolusioner. Selama 42 tahun itu saya telah berjuang di bawah panji Marxisme"

Bahkan dia menulis,
"Saya akan meninggal sebagai seorang proletariat revolusioner, seorang Marxis, dan seorang dialektika-materialis, dan seorang atheis".

Itulah perjalan singkat seorang Marxis, Leon Trotsky, pun jua sebagai 'motor' dari Revolusi Oktober.

Pertanyaan besar untuk kita semua, "apakah kita masih ingin mencoba coba tata aturan yang lahir dari tangan-tangan manusia, padahal sederet fakta kesekian kali akan kehancuran dan kebinasaan adalah hal yang berulang kali terjadi, yg disisi lain secara jelas Allah Swt telah menurunkan seperangkat aturan?"

Sedangkan firman Allah:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al Maidah ayat 50).


***
-M Imadudin Siddiq-

*Disandur dan disarikan dari buku "Revolution Betrayed" karya Leon Trotsky.

You Might Also Like

0 comments