LIMA MITOS VAKSIN :


Myth 1: Vaksin Tidak Diperlukan
Peningkatan jumlah orang yang tidak di vaksin meningkatkan permasalahan yang dinamakan "herd immunity". 

Myth 2: Vaksin Menyebabkan Autis
Biasanya argumen ini didasari oleh Penelitian tahun 1988, publikasi di The Lancet oleh Andrew Wakefield dkk. Akhirnya ini menyebabkan kontroversi yang akhirnya menyebabkan artikel tersebut full "retratcted" oleh Lancet pada tahun 2010. Bahkan, kemudian asosiasi dokter umum di Inggris mencabut izin profesi dokter Andrew Wakefield.

Penelitian meta-analisis mengevaluasi dari 5 studi cohort. yang hasilnya tidak ada hubungan antara vaksin dan autis (OR, 0,84; 95% CI, 0.71-1.01)

Dua komponen vaksin (thimerosal dan merkuri) diisukan menyebabkan autis. Hasil penelitian mengatakan bahwa tidak ada hubungan antara autisme dengan thimerosal (OR, 1,00; 95% CI, 0,77-1,31) dan merkuri (OR, 1,00; 95% CI, 0,93-1,07). 

Myth 3: Vaccines Cause Autoimmune Disease
Patogenesis vaksin dengan penyakit autoimun masih diperdebatkan. Mengapa? penyebab nya masih belum jelas. masih banyak faktor lain, seperti genetik, faktor lingkungan, penyakit infeksi lain. 

Penelitian terkait ini sudah dilakukan, meneliti kejadian penyakit autoimun pada yang divaksinasi vs tidak divaksinasi. Hasil nya tidak ada yang menunjukan bahwa vaksin menyebabkan peningkatan penyakit autoimun.

Myth 4: Penyakit Flu tidaklah berbahaya, maka Vaksin tidak diperlukan
Penyakit flu dapat berubah menjadi komplikasi penyakit yang serius. Seperti pneomonia, encepalopathy, myocarditis. 

Terlebih, penyakit flu merupakan 3 penyakit endemik dan sudah membunuh jutaan pada abad ke-20. 

Myth 5: Vaksin tidak boleh diberikan pada Wanita Hamil
Bahkan vaksin bukan hanya aman diberikan pada wanita hamil, bahkan itu DI-REKOMENDASIKAN. Salah dua nya yang penting bagi ibu hamil, adalah vaksin Tdap (tetanus, diptheria, acellular pertussis) dan vaksin influenza. 

Mengapa?
Tetanus, pertusis, dan influenza berpotensi menjadi parah pada anak dan atau ibu nya, sehingga diperlukan vaksin. Vaksin pertusis juga memproteksi bayi yang dilahirkan.

Aman?
Penelitian menunjukan demikian. vaksin influenza sudah dievaluasi. Penelitian Meta-analisis menunjukan tidak ada hubungan yang ditemukan antara vaksin influenza dengan malformasi kogengital pada trisemster apapun (OR, 0,96%; 95% CI, 0,81-1,07). Vaksin vaksin Hepatitis B, pneumococcal polysaccharide, and meningococcal polysaccharide juga sudah dievaluasi dan ditemukan aman diberikan saat hamil.

***
Itu ringkasan singkat saya. Kalo mau cek lebih, ya buka aja link dibawah yah. 
Semoga bermanfaat :)

***
M Imadudin Siddiq

You Might Also Like

0 comments