MEMAHAMI ROKOK TIDAK SEKEDAR HALAL-HARAM


Kita perlu pahami bahwa permasalahan ini bukan sekedar keinginan berdasarkan nafsu belaka. Nikotin yang terkandung dalam rokok  secara medis akhirnya memberikan impuls pada reseptor nikotinik (salah satu reseptor asetilkolin disamping reseptor muskarinik) di sistem syaraf manusia. Semakin lama suatu pasien memkonsumsi rokok maka reseptor ini akan semakin bertambah banyak. 

Hal itu menjadi suatu permasalahan bila sebuah reseptor (nikotinik) yang biasa berpasangan dengan neurotransmitter (nikotinik) tiba-tiba tidak mendapatkan impuls seperti sebelumnya menjadikanpara pengguna rokok (nikotin) merasa tidak enak dan memunculkan semacam kegelisahan. Hal ini dikarenakan terganggu nya kerja reseptor asetilkolin pada sistem syaraf mereka. Sehingga, pemutusan konsumsi rokok tidak dapat secara mendadak, tapi penurunan dosis secara bertahap.  

Dunia kesehatan memang telah berusaha menurunkan konsumsi rokok. Dapat dikatakan cukup serius untuk memberantas hal tersebut, setidak nya dilihat dari bidang kesehatan. Beragam metode sudah diberikan salah satu nya adalah dari nikotin patch. Beberapa waktu lalu, muncul lah yang dinamakan e-cigarette yang salah satu tujuan nya adalah sebagai device untuk pemutusan rokok. Sekali lagi dengan adanya penurunan dosis nikotin tentunya.

Namun, yang membuat saya agak miris melihat kondisi adalah, banyak dari pengguna e-cigarette saat ini bukanlah pengguna aktif rokok sebelum nya, artinya mereka menggunakan e-cigarette berkat booming kemanan dibandingkan rokok (memang benar adanya). Namun, bukan berarti ini menjadi justifikasi menggunakan e-cigarette. Terlebih, regulasi penggunaan e-cigarette belum dikontrol secara baik. Maka, sebagai device smocking seccation (pemutusan rokok) artinya ini adalah device obat untuk yang mengalami 'sakit' ketagihan nikotin akibat merokok. 

So, kalau kita tidak sakit mengapa harus menggunakan atau mencoba suatu obat? ibarat kita tidak terkena penyakit stroke hemoragik (bocor) tapi maksa bener pake aspirin. Padahal, CUMA BIAR dibilang keren. 
Gila, kalau seperti itu keren dari mana??!! Dari Hongkong??!!

Lebih baik tobat nak! :)

Yakin lah masih BANYAK CARA LAIN buat JADI KEREN, dari sekedar memenuhi ruangan dengan kepulan asap parah mirip kebakaran itu! :p

Artikel asli : http://www.bmj.com/content/358/bmj.j3262

***
M Imadudin Siddiq

You Might Also Like

0 comments