PRA RESENSI BUKU : PEMBAHARUAN PEMIKIRAN ISLAM


Buku dengan tebal 73 halaman ini keluaran Islamic Research Center Djakarta tahun 1970. Dengan penulis : Drs. Nurcholis Madjid, Abdul Qadir Djaelani, Ismail Hasan Metarieum S.H., H. E. Sefuddin Anshari.

Buku yang berisikan materi diskusi antar gerakan Islam saat itu (tahun 70-an). Antara HMI (Drs. Nurcholish Madjid), GPI (Anwar Shaleh), dan PII (Usep Fakhtudin).


Berikut saya lampirkan pengatar buku nya.


-0-
Pengantar


Bismillahirrohmannirrochim.


Pada mulanja tidaklah demikian serius. Sebagai bagian dari Angkatan Muda jang selalu mengtjari, kami menginginkan adanja bentuk lain dari silaturahmi.


Setahun sebelum silaturrochmi idulfitri antara HMI-GPI-PII PERSAMI, diselenggarakan dalam bentuk resepsi dengan rangkaian pidato. Haruskah tahun ini djuga demikian? Dengan pidato2 jang telah merosot statusnja?.


Achirnja didapat kesepaktan pimpinan2 organisasi jakni Anwar Shaleh (GPI), Nurcholis Madjid (HMI), dan Usep Fakhtuddin (PII), untuk memilih bentuk diskusi.
Pertemuan dialog tentang persoalan2 njata. Dengan harapan adanja perhatian jang lebih besar dan awal dari diskusi jang lebih kontinue.


Apa topikja? Dan siapa pembawa pengatarnja? Kami berempat (Nurcholis Madjid-Anwar Shaleh-Usep Fakhtuddin-Utomo Danandjaja) bersepakat untuk membitjarakan masalah jang kontradiksi : integrasi dan rehingking.


Suatu topic jang merangsang rethingking.
Integrasi jang selama ini menggandjel ummat Islam dalam seataus quo politis, ekonomis, budaja, dsb.


Dan kami (angkatan muda?) telah bosan untuk selalu bergumul dengan kemelut jang tak pernah terptjahkan. Kita ingin adanja sesuatu yang baru, jang lebih segar dan djalan singkat mematahkan lingkaran setan jang tak berudjung pangkal.


Siapa akan mengantarkan pembukaan persoalan?
Dilipih Dr. Alfian, sardjana politik jang mendapatkan gelar doctor dengan thesis tentang Gerakan Pembaharuan Muhammadijah dan jakau Alfian tidak bisa. Maka Nurcholis, mempersiapkan diri.


Baru sehari sebelumnja naskah siap dan distensil, untuk malamnja dibatjakan dan dibagik2kan.


Atjara malam ini mendapatkan respon jang meriah. Tanggapan demi tanggpan jang positif dan negatif, jang sedjalan dengan persoalan atau keluar dan soal sama sekali.


Memenuhi harapan hadirin dan niat jang telah lama terkandung amak diputuskan, diskusi akan dilanjdutkan dengan pembanding jang akan ditundjuk. Malam itu diminta dan bersedia Kanda Ismail Hasan Materium S.H.


Dalam perkembangan selandjutnja Sdr. AQ Djaelani mengirimkan tanggapan pada 4 PB organisasi jang bersilaturochim dan kepada Sdr. Nurcholis Madjid pribadi. Untuk seterusnja kami sepakat Djaelani mengemukakan pendapatnja dalam forum diskusinja.


Dalam permintaan untuk membanding dalam diskusi telah diterima. Tetapi Sdr. Djaelani membanding lebih dahulu dengan chotbah Djum'at. Itulah sebabnja dalam buku ini dimuat pula chotbah Sdr. Usep Fatkhuddin jang 'dipesan' oleh ketua Masdjid Al Fatta/Fattah Permana, guana menetralisir chotbah diatas.


"Pembaharuan pemikiran tentang Islam" nampaknja telah tjukup matang dituntut. Sekurang2nja kegiatan idjithad dari para ulama dan zuama untuk mempergunakan ilmu dan teknologi dalam mendjawab dan memetjcahkan masalah2 jang dihadapi ummat Islam. Sehubgungan dengan kedjadian ini, reaksi demi reaksi bermuntjulan.


Gema diskusi ini berpantulan diberbagai kota ditanah air ini.
Ummat Islam seakan-akan terbangun dari tidur njenjak. karena itu maka reaksinja berbagai matjam. Ada jang marah (karena terganggu tidurnja ?), ada jang tjuriga (karena istilah2nja), ada jang berdjingkrak2an merasa punja kawan, dan ada pula jang mengjambut dengan harapan.


Atjara ini diskusi telah setahun berlalu. Akan tetapi, topik jang dibawakanja masih bergema dimana-mana dan mempunjai arti jang strategis, baik buat eksistensi Muslimin maupun presfek perdjuangan ditanah air kita.


Dari segi ini maka penerbitan jang sangat sederhana ini diharapkan akan memeliahta semangat seperti pembaharuan pemikiran. Djuga pembaharuan2 pemikiran jang terdahulu, angkatan ini pun punja kegandrungan untuk memikul tanggung djawab, memerintjahkan kemandegan2 ummat Islam dalam menghadarpi persoalan2 njata.


Sedjarah berkembang tanpa belas kasih pada kemandegan2. Ketinggian Islam ditangan muslim jang beku pada dasarnja telah menjadtuhkan kemuliaan/ketinggian Islam itu sendiri.


Segi lain adalah diteruskannja methode diskusi ini. Jang untuk saat ini tepat dan effektif, untuk gymnastik otak, latihan berprakterk djiwa terbuka. Dengan kesadaran (jang harus dimiliki oleh Muslim) bahwa manusia tidak punja hak memonopoli kebenaran, bahwa hasil pemikiran terbatas oleh fitrahnja sebagai manusia, terbatas oleh ruang dan waktu.


Tanpa ketjendrungan, bahwa pikiran jang dihasilkan adalah kebenaran terachir, maka apapun produksi pikiran dan siapapun produsennja, setiap pemikiran manusia terbuka untuk diabndingkan diperbaiki dan ditolak sama sekali. Jang penting dari padanja adalah rasoning, argumentasi jang mejakinkan.

Kumpulan tulisan ini sekurang2nja merupakan rekaman pola pemikiran Angkatan Muda sekarang, (tahun 70-an). Bagi siapapun, untuk tidak berilusi, bahwa usaha2 perdjuangan bisa djakan dengan mudah sadja. Harapan kami penerbitan ini menstimulasi adanja permbaharuan dikalangan ummat Islam, chususnja generasi muda.


Kepada semua pihak jang membantu terbitnya buku ketjil ini, para penulsi, penerbit dan pertjetakan kami sampaikan terima kasih. Terutama, kepada Youth Consultation for Development Ltd. (Yourmen Ltd.). Semoga Allah menerimanja sebagai amal shaleh dan membalasnja berlipat ganda. Amin.


Djakarta, Agustus 1970


Utomo Danandjaja.


-0-


Begitulah gambaran umum dari sejarah dan isi pemikiran pada buku tersebut, dilihat dari kata pengantar resmi nya. Saya tulis sesuai ejaan saat itu, yang buat saja cukup meringis-meringis baca nya. Hehe.


Yang membuat saya memaksakan untuk membeli buku lawas ini dikarenakan keinginan saya mengetahui pokok pemikiran salah satu pemikir Indonesia, Drs. Nurcholis Madjid atau Cak Nur. Iya, mungkin sebagian dari kita, mendengar kata Cak Nur langsung tekoneksi dengan sebutan JIL-liberal dsb. Namun, yang menarik dari buku ini, adalah buku ini ditulis sebelum beliau berangkat berkuliah di Chicago, USA. Kalau tidak salah tahun 1970 beliau baru saja menyelesaikan studi doktoral nya di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta sekitar tahun 1968.


Maka, mengetahui pokok pikiran sebelum beliau berkuliah di USA menurut hemat saya sangatlah menarik. Dengan begitu kita bisa melihat apakah ada sebuah perubahan mendasar ataukah tidak dari sisi perjalanan pemikiran beliau.


Doakan semoga bisa tak bedah beberapa pokok pemikiran dalam buku kecil tersebut. Semoga bermanfaat! [].


***
M Imadudin Siddiq

You Might Also Like

0 comments