TAHAFUT AL FALASIFAH


Jika materi (maddah) tidak mungkin dan tidak masuk akal untuk menjadi tiada dan diciptakan dari ketiadaan, bukankah ia telah memiliki--dengan sempurna--karakter-karakter spesifik keniscayaan esensial (al-wujub az-zati)? Apakah orang-orang akan berkata bahwa "materi tiada diciptakan dari ketiadaan dan tidak akan bisa menjadi tiada" konsisten dengan keniscayaan esensial bagi materi?

Apakah mungkin menggabungkan postulat "materi tidak diciptakan dari ketiadaan dan tidak menjadi tiada" dengan postulat "materi pada esensinya adalah sesuatu yang mungkin, tidak bisa diadakan kecuali oleh sebab-sebab bagi keberadaanya, dan tidak bisa tiada kecuali ada sebab-sebab yang bisa membuatnya tiada", jika postulat "materi tidak bisa diadakan dari ketiadaan dan tidak bisa menjadi tiada" meniscayakan adanta teori "keniscayaan eksistensi materi secara esensial"?

Kemudian, jika materi tidak bisa diciptakan dari ketiadaan, apa yang bisa memberikan karakter spesifik terhadap materi dengan massa dan volume yang membentuknya?

Dimensi-dimensi itu memiliki batas akhir. Maka, kesimpulannya, seperti digariskan para filusuf, materi memiliki massa dan volume terbatas. Apa yang membuatnya memiliki massa dan volume yang terbatas? Apakah Allah yang menjadikan nya? Dan bagaimana...Atau materi sendiri yang menjadikan dirinya dengan volume dan massa tertentu tersebut? Bagaimana materi menjadikan demikian? Dan apakah orang yang menyatakan bahwa "materi tidak bisa diciptakan dari ketiadaan dan tidak bisa ditiadakan" tetap konsisten dengan hal tersebut diatas?

Salah satu isi pada Pengantar Pentahqiq--Sulayman Dunya 1957 M--Kitab Tahafut al-Falasifah Karya Imam Ghazali.

Postulat-postulat ala filusuf nyatanya saling bertabrakan satu dengan yang lain. Inilah sedikit kerancuan terhadap nya. But, overall, kitab karya Hujjatul Islam tentu sangatlah menarik untuk didalami. Terlebih teruntuk kalian yang tertarik dan mau sok-sok an belajar filsafat padahal bukan studi di jurusan filsafat bahkan fisip juga bukan (macem saya =D).

***
M. Imadudin Siddiq

You Might Also Like

0 comments