CINTA : SEBUAH RENUNGAN DIRI


Bertutur Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya Raudhatul Muhibbin  :
“Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah”. 

Al-Azhari berkata, “Arti cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya”. Al-Baidhawi berkata, “Cinta adalah keinginan untuk taat”. Ibnu Arafah berkata. “Cinta menurut istilah orang arab adalah menghendaki sesuatu untuk meraihnya”. Al-Zujaj berkata, “Cintanya manusia kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati keduanya dan ridha terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah saw”. 

Sedangkan arti cinta Allah kepada hamba-Nya adalah ampunan, ridha, dan pahala. Al-Baidhawi berkata ketika menafsirkan firman Allah:

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang 
(Ali-Imran [3] :31)

Maksudnya, pasti Allah akan ridha terhadapmu. Al-Azhari berkata, “Cinta Allah kepada hamba-Nya adalah memberikan kenikmatan kepadanya dengan memberi ampunan”. Allah berfirman : 

Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir" 
(TQS Ali-Imran [3] : 32).

Maksudnya, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Sufyan bin Uyainah berkata, “Arti dari niscaya Allah akan mencintaimu adalah Allah akan mendekat kepadamu. Cinta adalah kedekatan. Arti Allah tidak mencintai orang-orang kafir adalah Allah tidak akan mendekat kepada orang kafir”. Al-Baghawi berkata, “Cinta Allah kepada kaum Mukmin adalah pujian, pahala, dan ampunan-Nya bagi mereka”. Al-Zujaj berkata, “Cinta Allah kepada makhluk-Nya adalah ampunan dan nikmat-Nya atas mereka, dengan rahmat dan ampunan-Nya, serta pujian yang baik kepada mereka”. 

Sungguh soal cinta tidak melulu bicara tentang sepasang manusia. Ini bukan lah cinta biasa, tapi sebuah kisah percintaan hakiki antara seorang hamba yang lemah dengan Sang Maha. Cinta yang kan memunculkan sebuah kekuatan dan kesucian diri, yang kan meresap bagai air yang ditelan bumi, ibarat darah yang mengalir deras dalam tubuh, mengalir dan memberi asupan nutrisi untuk sekitar. Singkat kata, mencinta artinya sebuah deklarasi kekuatan diri []. 

*Sumber : Kitab Nafsiyah Islamiyyah. 
*Artikel yg dibuat untuk konten “Penggugah Jiwa” di Ikatan Alumni Insantama (IKATAMA)
* foto : http://fungyung.com/pine-tree-wallpapers.html 

You Might Also Like

0 comments