MENGINGAT


Hamparan lapang ini begitu luas
Langit masih terhampar biru
Gunung juga memancang keseluruhan bumi
Lautan masih bergelombang begitu deras
Namun penjara diri seakan memasung segalanya

Kadangku berpikir, apa gerangan yang terjadi?
Diri masih bisa bebas beraktivitas
Memilih berjalan, berlari ataupun sekedar duduk nyaman
Aliran darah masih normal, denyut nadi, bahkan kecepatan filtrasi glomerulus pun aman-aman saja
Diri ini pun tak perlu menggunakan beragam obat-obat an para pesakitan
Bahkan sekedar ‘menginap’ di RS terbaik secara gratis pun ku tak mau 
Alhasil, diri ini jelas normal adanya

Namun, sinyal-sinyal neurotransmitter ini masih terus ditangkap 
Kegelisahan macam apa ini, gerangan? 

Kawanku berkata, “Ingatlah Dia selalu. Sungguh Dia bersama mu dimanapun kau berada” 
Aku pun membalas, “Kelak, tunggu lah diri hina ini dan pintakan pada Nya bila kau tak temukan diriku. Berjanjilah” 

Bandung, 28 April 2018



You Might Also Like

0 comments